150 total views,  1 views today

Langkah awal berdirinya mtsn pasiripis surade yang semula bernama mts al muslimun adalah hasil prakarsa para tokoh masyarakat di kecamatan surade kabupaten sukabumi, Tokoh-tokoh masayarakat tersebut menginginkan adanya madrasah di kecamatan surade, tempat yang bisa menampung para siswa-siswi lulusan SD dan MI untuk menimba ilmu umum dan ilmu agama dalam mempersiapkan diri hidup di tengah masyarakat.
Berawal pada tahun 1967, bertemu tiga tokoh penting Pasiripis surade, yaitu bapak Auladi, KH. Yahya holil (alm), KH. Aluh darusalam (alm), sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan di wilayahnya. Bapak Auladi yang pada waktu itu menjabat sebagai komandan satuan radar 216 Cibalingbing dan memiliki banyak pengalaman penugasan di berbagai daerah, diantaranya beliau pernah menjalani tugas di kepulauan Arapura Maluku. Saat bertugas di sanalah bapak auladi menyaksikan daerah yang jauh dari ibukota Negara, Jakarta, namun memiliki lembaga pendidikan yang terbilang lengkap pada masa itu dan ketika beliau mulai ditugaskan di wilayah surade, Pak Auladi merasa terjadi anti klimaks pembangunan di bidang pendididkan. Jarak yang tidak begitu jauh dari ibukota Negara dan sarana prasarana yang mendudkung, namun lembaga pendidikan yang ada belum mampu memeberikan kontribusi yang baik untuk masayarajkat. Dari sinilah kemudian bapak auladi berpikir mencari strategi untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat sekitar.

Bapak Auladi
Foto Bpk. Auladi

Gayung bersambut, tak lama setelah Pak Auladi bertemu dengan beberapa tokoh yang sangat disegani di wilayah Pasiripis, yaitu KH. Yahya Cholil dan KH. Aluh Darusalam . Ketiga tokoh inilah yang merencanakan dan menyusun strategi pendirian sebuah lembaga pendidikan yang bernama Mts Al muslimun, yang bertempat di SDN Pasiripis 1 sekarang.
Kerja sama dan kedinamisan para tokoh ini menjadi satu kekutan, Bapak KH. Yahya Holil (alm) pada saat itu menjabat sebagai kepala Desa Pasiripis, beliau menjadi pilar pertama dalam pembangunan fisik MTs Al-Muslimun . Bapak KH. Aluh Darusalam yang baru menyelesaikan pendidikan Sarjana Mudaya di kota Jogjakarta, beliau mendapat tugas menyusun konsep pembelajaran yang menjadi ruh dalam pendidikan. Sedangkan bapak Auladi menjadi pilar dengan semangat dan pembentukan karakter mts dikemudian hari.

Pada tahun-tahun pertama MTs Al-Muslimun hanya memiliki jumlah siswa sebanyak 17 orang, yang terdiri dari beberapa siswa lulusan MI dan SD bahkan ada siswa yang berstatus janda dan Duda. Namun hal ini tidak mengurangi semanagat para tokoh untuk tetap mengembangkan dan memajukan madrasah tersebut . Kesabaran dan semangat pantang menyerah dengan dibantu beberapa guru guru yang berasal SD maupun bantuan dari TNI AU, dalam hal ini Satuan radar 216 Cibalingbing diantaranya: Bapak auladi, Bapak Suyono, bapak Undang suherman, ibu Dasliah, dari tokoh masyarakat KH. Aluh Darusalam, KH.Baesusi, KH. Tajul Arifin, KH. Mahfud, KH. Yazid, KH.Uyeh, Kyai Omi dan beberaqpa tokoh lainnnya. sedangkan dari Departemen Agama seperti : H.Abdul Hamid, H. Bunyamin, H. Abidin, H. Jenal abidin dan yang lainnya.
Pada tahun 1970 MTs Al-Muslimun, atas persetujuan Dewan Guru, Dewan pendiri dan Perwakilan siswa mengajukan usulan untuk merubah satus swasta MTs Al-Muslimun menjadi MTs Pasiripis dengan status negeri. Usulan ini disetujui oleh Departemen Agama (sekarang kementrian Agama) kabupaten sukabumi. Maka mulailah pembangunan beberapa ruang kelas di tempat yang menjadi MIN tegal kepuh sekarang. sejak itulah boleh ikatakan MTsN Pasiripis berdiri.
Perkembangan dunia pendidikan dan pesatnya kemajuan di wilayah Surade dan sekitarnya menuntut MtsN pasiripis untuk memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik dan refresentatif, maka dibangunlah beberapa kelas baru di atas tanah bengkok desa yang dihibahkan kepada mtsn pasiripis di wilayah desa buniwangi kecamatan surade, tempat MTsN Pasiripis berdiri hingga sekarang.

Urutan kepala MTsN Pasiripis hingga sekarang.
1. Bapak Uyeh, B.A
2. Bapak Abidin, B.A
3. Bapak Mamun, B.A
4. Bapak Syafei Firdaus, B.A
5. Bapak Sofyan, B.A.
6. Bapak Drs. Pupu Syarifudin
7. Bapak Drs. Deden Badruzaman
8. Bapak Uhud Hudiana, S.Ag.
9. Bapak H. Dali, S.Ag.
10. Bapak Drs. H.Mahmudin, M.Ag